Kecamatan Aranio
Pemerintah Kabupaten Banjar
Kecamatan Aranio adalah salah satu wilayah di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, yang dikenal sebagai salah satu pusat ekowisata dan lumbung energi terpenting di Banua. Terletak di kaki Pegunungan Meratus, kecamatan ini menawarkan perpaduan lanskap perbukitan hijau yang asri dan hamparan perairan yang luas.
Berikut adalah gambaran umum mengenai Kecamatan Aranio:
Luas Wilayah: Memiliki luas sekitar 1.166 km².
Topografi: Didominasi oleh kawasan perbukitan, hutan hujan tropis, dan perairan danau buatan. Kecamatan ini berada di kawasan kaki Pegunungan Meratus yang berudara sejuk.
Pembagian Administrasi: Aranio terdiri dari 12 desa, di antaranya:
Apuai, Aranio, Artain, Belangian, Benua Riam, Bunglai, Kalaan, Paau, Rantau Balai, Rantau Bujur, Tiwingan Baru, dan Tiwingan Lama.
Aranio merupakan magnet wisata utama di Kabupaten Banjar karena menyimpan keindahan alam yang sering dijuluki sebagai “Raja Ampat-nya Kalimantan Selatan”. Beberapa destinasi terkenalnya meliputi:
Waduk Riam Kanan: Danau buatan luas yang dikelilingi pulau-pulau kecil dan menjadi jalur transportasi air utama menggunakan perahu kelotok.
Tahura Sultan Adam: Kawasan Taman Hutan Raya yang menawarkan panorama perbukitan, tempat berkemah, dan situs bersejarah.
Bukit Matang Kaladan & Bukit Batas: Spot pendakian populer untuk menikmati pemandangan gugusan pulau di tengah waduk dari ketinggian.
Bukit Batu: Destinasi wisata padang rumput (sabana) tepi danau yang menawarkan pemandangan eksotis dan akses dermaga langsung.
Desa Wisata Belangian: Bagian dari Geopark Meratus yang terkenal dengan wisata petualangan seperti river tubing dan penjelajahan hutan menuju Gunung Kahung.
Infrastruktur Energi: Di kecamatan ini terdapat Waduk Riam Kanan yang menggerakkan PLTA Ir. Pangeran Muhammad Noor, salah satu sumber energi listrik (hidroelektrik) vital untuk wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah.
Aksesibilitas: Berjarak sekitar 35 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Banjar (Kota Martapura). Akses darat menuju dermaga utama sudah beraspal mulus, sementara untuk menjangkau desa-desa di seberang waduk, warga dan wisatawan mengandalkan perahu kelotok.
Kombinasi antara fungsi ekologis, potensi wisata yang melimpah, serta perannya dalam penyediaan energi menjadikan Aranio sebagai kawasan strategis yang terus berkembang di Kalimantan Selatan.